Albinisme, Wujud 'Bunga' Langka yang Mekar di Brazil

Dewasa ini, banyak orang yang mengkiblatkan cantik itu ketika seorang wanita memiliki kulit putih, tubuh langsing, rambut hitam lurus dan sebagainya. Entah siapa penggagasnya pertama kali. Sehingga banyak wanita yang insecure dengan dirinya sendiri karena tidak masuk kedalam standar publik.

Albinisme, Wujud 'Bunga' Langka yang Mekar di Brazil
Lara dan Mara Bawar, supermodel kembar asal Brazil membuktikan bahwa albino pun masih bisa tampil percaya diri dan berprestasi. Sumber: www.lasexta.com

Pada hakikatnya wanita selalu ingin tampil cantik. Para wanita juga tidak melulu memusingkan pendapat orang lain tentang dirinya, terutama dari kacamata seorang pria. Tampil cantik merupakan salah satu bentuk apresiasi diri wanita, tanpa diilhami oleh pendapat orang lain. Menikmati proses merawat diri dan bangga melihat pantulannya di cermin merupakan rangkaian hal yang menyenangkan bagi mereka. Sayangnya, wanita juga tak luput dari rasa khawatir ketika ada saja mulut hail yang mengkritik penampilan mereka, menghancur-leburkan kesenangan yang dimiliki sebelumnya. Lalu bagaimana sih cantik yang sebenarnya?

Cantik itu relatif, iya benar. Terdapat sudut pandang yang berbeda dari sebuah definisi cantik. Akan tetapi, hal yang paling penting selain cantik adalah percaya diri. Rasa itulah yang membuat wanita akan dipandang lebih menyenangkan. Aura yang dipancarkannya akan lebih cantik dibanding sekadar rupa.

Lara dan Mara Bawar, si kembar albino yang jadi supermodel Brazil. Sumber: fimela.com

Lara dan Mara Bawar, si kembar albino yang jadi supermodel Brazil. Sumber: fimela.com

Begitu juga cantiknya saudara kembar asal Sao Paulo, Brazil. Ialah Lara dan Mara Bawar, si kembar keturunan negro yang mengalami albinisme. Lara dan Mara justru menjadikan kekurangan mereka menjadi hal yang mengagumkan, dibalut dengan penerimaan diri yang tulus dan rasa syukur.

Fotografer asal Swiss, Vinnicius Terranova yang pertama kali menemukan keunikan dari saudara kembar ini. Melalui sudut pandangnya, ia membuat proyek potret berjudul “Flores Raras” atau “Rare Flower” bersama Lara dan Mara sebagai modelnya. Ia juga mengajak Sheila, kakak dari dua bersaudara itu. Kontras dengan adik-adiknya, Sheila memiliki kulit gelap khas keturunan negro.

Ketulusan kakak beradik ini membuat mereka terlihat cantik apa adanya, bahkan mematahkan standar kecantikan yang diagung-agungkan pada umumnya. Menjadi cantik bukan berarti harus sempurna. Hal itu dibuktikan oleh Bawar besaudara yang kini menjadi supermodel terkenal di Brazil.

Lara, Mara dan Sheila Bawar saat berfoto bersama menjadi supermodel. Sumber: sbs.com.au

Lara, Mara dan Sheila Bawar saat berfoto bersama menjadi supermodel. Sumber: sbs.com.au

Dewasa ini, banyak orang yang mengkiblatkan cantik itu ketika seorang wanita memiliki kulit putih, tubuh langsing, rambut hitam lurus dan sebagainya. Entah siapa penggagasnya pertama kali. Sehingga banyak wanita yang insecure dengan dirinya sendiri karena tidak masuk kedalam standar publik.

Bahkan beberapa kasus paling parahnya sampai merenggut nyawa seorang public figure karena kurang cantik untuk mencapai ketenarannya saat ini. Komentar menyakitkan itu dimulai oleh netizen yang sudah terbentuk dengan standar kecantikan, yang diciptakan publik itu sendiri.

Padahal menurutku, cantik itu tak berpatok pada seberapa putih kulitmu, seberapa langsing berat badanmu, atau bahkan seberapa banyak followers instagrammu loh! Untuk kamu yang sedang khawatir dengan apa yang mereka bilang tentangmu, tersenyumlah. Bumi tak hanya berputar untuk mereka saja. Lebih dari itu, bumi sangat luas untuk mempertemukanmu dengan mereka yang menerima freckles di wajahmu, kurus atau tambunnya tubuhmu, dan bagaimana warna kulitmu. Percayalah pada dirimu sendiri, maka dunia akan mempercayaimu. Aku amat yakin itu!

Argumen cantik yang tadinya berarti sempurna, Bawar bersaudara adalah wujud pembuktian pada dunia bahwa apa adanya tak menurunkan semangat dan kepercayaan diri mereka—hingga menjadi supermodel andalan Brazil. Kini hampir semua orang di Brazil dan mancanegara mengenal sisi unik mereka. Ditambah kepopuleran mereka dengan pribadi yang ramah, makin membuat semua orang takjub dan terpesona.

Dari kisah mereka kita bisa belajar, bahwa  kecantikan alami datangnya dari hati. Ketika kamu bisa mencintai dirimu sendiri apa adanya, merawat dengan baik apa yang telah kamu miliki, justru inner beauty itu akan terpancar dengan sendirinya. Maka mencintai dan menghargai diri sendiri itu sangat penting. Dengan mencintai, kita selalu bisa berdamai dengan segala kekurangan, mencukupi tangki cinta kita sepenuhnya tanpa berharap lebih pada apresiasi dan ekspektasi yang terbentuk dari luar sana. Setelah itu, baru kita bisa menghargai segala sesuatu di sekitar—membuka matamu ternyata lebih banyak yang menyayangi daripada memakzulkanmu. Apakah kamu sudah mensyukuri keadaanmu hari ini? Yuk, mulai dari diri sendiri!

Redaktur: Prita K. Pribadi